Pemilihan Ketua dan Wakil ketua OSIS periode 2023 baru saja selesai bertempat dilingkungan SMA Negeri 6 Ambon. Sebelumnya, ketua OSIS telah melakukan serangkaian kegiatan yang berhubungan pemilihan paslon dimulai dari rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan wakasis, membuka pendaftaran balon ketua dan wakil ketua OSIS, mengadakan seleksi ujian tulis dan wawancara balon. Selanjutnya, aktivitas yang dilakukan yaitu menetapkan bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS. Selain itu, ada aktivitas Paslon yang harus dilakukan sebelum pemilihan seperti kampanye pasangan calon, persiapan mengikuti pemilihan, mengadakan pemilihan (Pencoblosan) dan mendengar hasil perhitungan suara. Dalam kampanyenya, para kandidat harus menyampaikan visi misi jika nantinya terpilih menjadi ketua dan wakil ketua OSIS yang dilaksanakan secara terbuka. Semua peserta didik dan pendidik dapat melihat dan mendengarkan langsung penyampaian visi misi paslon. Adapun Paslon yang mengikuti kompetisi ini berasal dari kelas X dan XI yaitu Paslon 1 Jason Manuhutu dan Givena Mainake, Paslon 2 Allycia Tehuayo dan Jisrel Lekatompessy.

Pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode ini tergolong lain dari pemilihan yang sebelumnya, dimana dalam pemilihan tahun ini dilakukan secara daring.Peserta didik pun begitu antusias dalam menjalani prosesi dan pelaksanaan hingga hari ini. Menanamkan kedisiplinan, kreatifitas, kejujuran, dan gotong royong sangat di tanamkan dalam hal ini, begitu pun yang di sampaikan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, A. Tupan, S.Pd. Beliau menyampaikan ” Tahun ini sekolah kita mengikuti impelentasi kurikulum merdeka, dan dalam satu tahun ada tiga tema proyek yang harus diselesaikan, salah satunya Proyek Pelajar Pancasila Tema Suara Demokrasi. Jadi pada kegiatan pemilihan OSIS tahun ini kami mengadakan pemilihan selayaknya PEMILU seperti pemilihan presiden dan wakilnya. Hal tersebut kami lakukan sebagai upaya awal memberi pemahaman kepada peserta didik bahwa memberi hak pilih dalam pemungutan suara itu perlu dan penting karena itu adalah hak semua warga negara. Jadi peserta didik dibekali sikap toleransi yang tinggi, tengggang rasa, saling menghargai, mereka dapat memilih kandidat sesuai hati nurani mereka masing-masing tanpa ada paksaan dari siapa pun.

#TimWebSMANSIX

By admin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: